Rabu, 24 Agustus 2016

SEBAGAI TRADER FOREX: MANAKAH TINGKAT ANDA?


Seorang trader forex tidak dapat langsung menjadi seorang trader yang sukses dalam tempo singkat. Ia perlu menjelajah dari waktu ke waktu bagaimana melakukan trading forex secara benar. Belajar dan praktek secara terus menerus untuk mendapatkan pengalaman yang hebat. Untuk menjadi seorang trader forex yang sukses memang tergantung dari banyak hal yakni  pengalaman, pengetahuan, cara berpikir dan sikap mentalnya. Menjelajahi dunia trading forex, saya berkesimpulan seorang trader dapat dikategorikan dalam 4 tingkatan: trader pemula, amatir, amatir yang berpengalaman dan profesional.

Trader Pemula

Seorang trader pemula pada umumnya masih merasa asing terhadap pasar forex. Trading forex dianggap sesuatu yang baru dan mungkin agak unik atau mengasyikkan. Mereka cenderung ingin mengetahui segala hal yang berhubungan dengan trading dan pasar forex dengan cepat dan instan. Baik analisa fundamental maupun analisa teknikal dipelajarinya dengan cepat. Trader pemula selalu mencari dan mempelajari cara-cara yang gampang, sederhana dan segera dapat digunakan untuk trading. Pada umumnya mereka mengharap profit besar dari trading forex. Mereka begitu saja percaya dan menuruti nasehat atau tip-tip dari para trader yang lebih senior dan berpengalaman (sering trader yang berpengalaman tetapi bukan trader yang sukses).


Gambar 1
                                                     
Selain itu mereka juga rajin mencari sinyal trading dari berbagai forum dan blog. Trader pemula sangat memperhitungkan besarnya pip dalam menentukan profit dan loss, serta sulit melupakan transaksi yang mengalami kerugian. Pengaruh emosi ketika trading sangat kental, biasanya mereka ingin balas dendam ketika loss dan masuk pasar lagi ketika profit (euforia) hingga mengakibatkan over trading.

Dari hasil survey didapatkan fakta bahwa para trader pemula cenderung menyukai metode breakout dan pembalikan arah trend (trend reversal), serta percaya pada pengaruh rilis berita fundamental penting ketika trading. Strategi trapping atau ‘jebakan’ (pending order buy stop dan sell stop) sering mereka gunakan ketika entry sesaat menjelang rilis sebuah berita penting. Mereka melakukan transaksi beberapa kali dalam sehari, dan jika hasil trading pada hari itu profit mereka dengan bersemangat membuat target profit mingguan, bulanan dan tahunan. Jika sedang loss mereka cenderung menyalahkan pasar, broker atau koneksi internet, dan sangat jarang yang menyalahkan dirinya sendiri.

Trader Amatir

Masih dari hasil survey, trader forex amatir tidak melakukan banyak transaksi dalam sehari. Mereka sudah lebih berhati-hati dalam menyikapi kondisi pergerakan harga pasar. Disamping mulai mendalami konsep management resiko dengan benar, mereka juga mulai mengerti prinsip-prinsip pola pergerakan harga, bisa membedakan antara loncatan harga (spike) temporer dan noise, serta mulai menentukan time frame trading yang paling cocok untuk digunakan.

Gambar 2

Trader amatir sudah bisa menerima kenyataan, mengetahui dan mengakui kesalahan-kesalahannya dalam trading, tetapi tidak takut untuk terus mencoba dan berusaha memperbaiki kesalahan. Meski demikian, mereka masih berusaha menemukan metode dan strategi trading yang pas dengan melakukan backtest pada beberapa teknik trading tertentu. Rencana trading sering berubah seiring dengan pergantian strategi yang digunakan. Stop loss dan target profit mulai diterapkan dengan disiplin walaupun kadang-kadang masih kurang pas dalam menentukan besar resiko per trade dan risk/reward ratio.

Pencapaian penting pada tingkatan ini adalah mereka mulai bisa mengendalikan emosi, tidak terpengaruh oleh hasil trading sebelumnya tetapi lebih melakukan evaluasi pada money management dan strategi trading. Disamping mulai belajar mengembangkan dan menyusun strategi trading sendiri, mereka juga sering memberi nasehat dan tip pada para trader pemula. Pada tingkatan ini, trader mulai menyadari bahwa pasar forex adalah sebuah lahan bisnis, dan trading di pasar forex adalah sebuah pekerjaan serius.


Trader Amatir yang berpengalaman

Seorang trader amatir yang telah berpengalaman atau jam tradingnya sudah cukup, mulai bisa mengendalikan reaksinya terhadap perubahan kondisi pasar yang diluar dugaan. Mereka tidak lagi terburu-buru mengambil keputusan atau merubah strategi tradingnya. Hasil survey menunjukkan mereka mulai skeptis terhadap berita fundamental dan tidak terlalu berharap banyak dari rilis data ekonomi. Prediksi dan opini dari berbagai sumber yang berbeda-beda menyebabkan mereka berhati-hati dan lebih percaya pada analisanya sendiri berdasarkan data yang diperoleh.

Gambar 3

Pada tingkatan ini trader mulai sadar bahwa pasar forex sangat komplek dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, oleh karenanya mereka menggabungkan analisa fundamental dan teknikal dalam trading dengan menempatkan masing-masing analisa sesuai porsi dan kondisi pasar saat itu. Pada umumnya mereka menerapkan cara trading mengikuti arah trend (trend follower), serta mengutamakan strategi money management yang cukup baik, dan biasanya bisa diterapkan dengan hasil yang sangat memadai.

                                     
Meski tidak semua trader amatir yang berpengalaman adalah full time trader, tetapi mereka pada umumnya menerapkan cara ‘masuk pasar dan lupakan trading’ (set and forget), dan sangat jarang melakukan intervensi pada posisi trading yang telah dibuka. Kadang mereka tentu juga mengalami loss, tetapi karena mampu mengendalikan emosi dengan lebih baik, hal itu tidak begitu dihiraukan dan menunggu sinyal trading berikutnya untuk kembali masuk pasar. Pada tingkatan ini trader berusaha menemukan sistem trading yang bisa memanfaatkan setiap sesi waktu trading selama 24 jam. Jika mereka berhasil menggunakan sistem tersebut, account tradingnya bisa berkembang secara dramatis.

Trader Professional

Dari sebutan ‘profesional’ yang disandangnya, memang profesi utamanya adalah trading di pasar forex. Mereka adalah full time trader. Dari survey yang pernah dilakukan, para responden sebagian besar berpendapat bahwa trader forex profesional selalu profit pada setiap trade yang dilakukannya. Pada kenyataannya tidaklah demikian. Para trader profesional juga sering menanggung kerugian, tetapi hasil trading secara keseluruhan pada periode tertentu adalah positif, atau menghasilkan profit. Ini terjadi karena rata-rata persentasi profit pada keseluruhan trade (average winning trade) cukup tinggi sehingga angka harapan profit (expectancy) juga tinggi.


Gambar 4

Dalam pasar forex yang riil, angka harapan profit tidak bisa diciptakan atau ditentukan oleh trader maupun sistem trading yang digunakan, tetapi terjadi dari akumulasi penerapan metode dan teknik trading yang tidak selalu persis sama pada setiap trade, tetapi sangat bergantung pada kematangan dan pengalaman trader dalam menentukan position size, kapan mesti entry dan exit yang paling menguntungkan. Hal tersebut terjadi dengan sendirinya pada seorang trader profesional setelah menjelajahi perjalanan panjang tetapi konsisten dan komit untuk tetap trading. Selain itu, para trader profesional tidak menanamkan seluruh modal tradingnya hanya pada pasar forex, melainkan melakukan diversifikasi pada beberapa jenis pasar, sehingga jika kebetulan sedang sial dan loss di pasar forex, maka keuntungan yang diperoleh dari jenis pasar yang lain masih bisa menutup kerugian tersebut.

Seorang trader forex profesional melakukan prediksi secara garis besar dan global. Mereka tidak mengamati pergerakan harga dari jam ke jam, atau memperhatikan parameter suatu indikator teknikal dengan detail. Analisa intermarket (hubungan antar jenis pasar yang saling mempengaruhi) sangat diperhatikan dan selalu diikuti perkembangannya. Jika kondisi pasar tidak sesuai dengan prediksi, mereka segera menutup semua posisi tradingnya.

Pada tingkatan trader profesional ini, banyaknya transaksi atau posisi trading yang dibuka sepenuhnya ditentukan oleh kondisi pasar, bukan oleh keinginan trader itu sendiri. Jika kondisi pasar telah memberi sinyal yang valid, mereka akan memprediksi besarnya resiko yang mungkin terjadi, kemudian menetapkan potensi profit yang paling maksimal. Mereka trading hampir tanpa emosi. Dan yang penting, trader profesional sangat yakin bisa menghasilkan profit konsisten dari pasar forex.@@@

Minggu, 21 Agustus 2016

TRADING FOREXUNTUK INCOME BERKELANJUTAN

Kini trading forex dapat dijadikan sebagai kesempatan income berkelanjutan bagaikan sumber air hidup:


Selamat bergabung dengan PCM Brokers


Selasa, 26 Juli 2016

REQUOTE DAN SLIPPAGE DALAM TRADING FOREX

Slippage adalah keadaan dimana ketika pending order yang kita pesan pada harga tertentu, dieksekusi oleh broker pada harga yang berbeda. Misalnya kita memesan order buy EUR/USD pada harga 1,1000 dengan pending order buy stop, lalu tiba-tiba harga bergerak cepat (faktor news) dan order kita dieksekusi oleh broker pada harga 1,1010 atau 10 pip  lebih tinggi dari harga yang kita pesan. Kebanyakkan orang akan memandang requote dan slippage sebagai suatu hal yang buruk yang dapat terjadi di pasar forex, tapi mari kita lihat fakta tentang requote dan slippage.

Requote dan slippage terjadi ketika order diisi dengan harga yang berbeda dari harga yang diminta. Mungkin terlihat buruk, namun pada kenyataannya, requote dan slippage adalah kondisi yang normal terjadi di pasar forex dan dapat menjadi hal yang baik bagi trader. Contoh untuk slippage, katakanlah kita buy stop EUR/USD pada harga 1,3650.
Order buy pada harga 1,3650 disampaikan dan harga terbaik yang ditawarkan oleh penyedia liquiditas adalah 1,3650 (persis dengan harga yang kita pesan), order kemudian diisi/dieksekusi pada harga 1,3650.

Penyebab requote & slippage yang sebenarnya?

Mengapa tidak bisa selalu order kita diisi/dieksekusi tepat pada harga yang kita pesan ? 

Jika ada begitu banyak orang yang ingin menjual Euro mereka pada saat order kita disampaikan, kita mungkin bisa menemukan penjual yang bersedia untuk menjualnya dengan harga yang lebih rendah dari pada harga yang kita pesan sebelumnya, mengakibatkan kita mengalami requote/slippage positif.


Bagaimana menghindari requote dan slippage?
Karena limit order hanya akan diisi/dieksekusi pada harga yang kita pesan atau pada harga yang lebih baik, jika kita menggunakan limit order dan ternyata harga terbaik yang tersedia adalah lebih buruk dari pada harga yang kita pesan, maka order tidak akan diisi/dieksekusi dan akan kembali ke mode menunggu. Namun walaupun kita tidak bisa menghindari isu requote dan slippage, kita masih dapat membatasi seberapa jauh harga requote yang bisa kita toleransi dengan melakukan pengaturan berikut :

Contoh misal kita isi dengan nilai 5 pips, maka ketika kita melakukan order dan requote terjadi, order kita tidak akan diisi/dieksekusi oleh broker ketika harga requote berbeda 5 pips dari harga yang kita minta sebelumnya.


Cara membatasi requote dan slippage, klik pada menu tools -> options -> pilih tab 'trade' -> ganti nilai 'deviation by default' (dalam satuan pips). Contoh misal kita isi dengan nilai 5 pips, maka ketika kita melakukan order dan requote terjadi, order kita tidak akan diisi/dieksekusi oleh broker ketika harga requote berbeda 5 pips dari harga yang kita minta sebelumnya.
Perhatikan gambar di bawah ini: 


Rabu, 13 Juli 2016

TRADING FOREX: DARI AKUN DEMO KE AKUN LIVE

Sejauh saya melihat seorang pemula trading forex sangat bersemangat untuk melakukan order, buy atau sell. Pokoknya ketika aplikasi Metatrader 4 diaktifkan, dia tanpa melakukan analisis lebih mendalam, langsung klik pada currency pair yang dikehendaki, dan membuka order (sell atau buy). Kalau itu masih di akun demo, maka tidaklah masalah karena di akun demo seorang boleh saja membuka order sebanyak dia mau, untuk  mengenal cara kerja dan system dari broker yang dimasuki. Namun kalau di akun live? Hal ini tidak dijinkan karena bila sekedar klik untuk membuka order di akun live maka bersiap-siaplah untuk menonton floating negative. Kalaupun profit, itu untung-untungan. Soalnya dia sendiri tidak tahu mengapa dia untung/profit, dan mengapa juga dia rugi/loss.

Setelah membuka akun di broker, seorang trader perlu melatih diri lebih dulu di akun demo. Dengan belajar dan berlatih di akun demo, ia akan belajar  mempraktekkan system tradingnya, analisisnya baik dalam hal fundamental maupun teknis, managemen  keuangan dan sebaiknya dalam akun demo, seorang trader apalagi pemula sudah memperlakukan dana virtual di akun demo layaknya akun live yang berisi dana riil. Setelah berlatih di akun demo dan sudah memiliki keyakinan untuk memasuki akun live, barulah si trader tersebut deposit uang rill di akun live untuk memulai trading di akun live. Bukan saja yakin tetapi lebih dari itu ia sudah memahami bagaimana melakukan trading forex yang benar, dengan system yang benar, manajemen keuangan yang benar, untuk mendapatkan profit yang maksimal.
Menyadari bahwa tidak semua orang Indonesia bisa memasuki pasar forex, sementara keinginan mereka begitu besar untuk memasukinya, dan untuk mempersiapkan mereka itulah maka kami dengan senang hati ingin berbagi pengalaman, melalui pendidikan dan latihan bagi para peminat di manapun berada. Pelatihan bisa dilakukan secara tatap muka ataupun bisa dilakukan secara elektronik (electronic learning-pelatihan jarak jauh). Bentuknya bagaimana kalau untuk pelatihaan secara online? Silahkan daftar lebih dahulu melalui link berikut ini. Selajutnya kami akan menghubungi peserta bersangkutan untuk memastikan kesiapannya untuk mengkitui pendidikan dan latihan.


O iya, setelah mendaftar melalui link di atas silahkan daftar juga di skype (bila belum memiliki skype) dan download dan install aplikasinya. Pelatihan kita menggunakan skype secara live. Kami akan menuntun anda perlahan-lahan (di akun demo). Dan bila sudah tahu betul cara kerja forex barulah anda mula melakan deposit di akun live untuk mula trading yang sebenarnya. Nikmatilah profit anda sendir bila sudah mendapatkan profit di akun live. 

Minggu, 26 Juni 2016

MEMAHAMI INDIKATOR VOLUME DALAM TRADING FOREX

Stefan Sikone, MM

Indikator Volume adalah sebuah indikator penting dalam trading online. Indikator ini adalah sebuah indikator yang powerfull melakukan lebih dari tiga ratus kalkulasi per bar Sebagai trader anda sebaiknya menggunakan indicator volume ini  untuk melihat minat investor di pasar trading online atau dengan menggunakan indicator tersebut Anda dapat memahami akumulasi sebelum momentum up (naik, menguat) dan distribusi sebelum momentum down (turun, melemah).
Indikator Volume memberikan Anda kemampuan untuk melihat pembelian profesional, penjualan profesional dan tidak ada permintaan. Intinya bahwa berdasarkan indicator volume ini seorang trader semakin yakin untuk mengambil keputusan dalam melakukan order buy atau sell suatu pair.

Bagaimana Trading  Indikator Volume bekerja?

Trading  menggunakan indikator volume yang memberi Anda beberapa hal berikut ini:
  1. Volume menegaskan trend sedang menguat (up) atau melemah (down).
  2. Volume yang meningkat menunjukkan meningkatnya minat
  3. Volume jatuh menunjukkan penurunan minat, atau tidak adanya minat.
  4. Pembacaan Volume ekstrim, yaitu klimaks volume, sering disebut  reversal harga.
  5. Poin di mana  trading  pasar pada volume tinggi adalah poin dari strong support dan resistance.
  6. Breakouts dan Spike Pasar dapat divalidasi atau diabaikan dengan bantuan volume.


Analisis Spread Volume
Pada tahun 1930-an, otoritas pasar saham Richard Wyckoff mengambil volume dan menganalisisnya hingga  ia menemukan indikator prediktif yang disebut Wyckoff Volume Spread Analysis (VSA). Banyak pedagang ikonik di dunia terus menggunakan Analisis Spread Volume Wyckoff ini. Jesse Livermore dan JP Morgan berada di antara banyak pedagang kaya yang menggunakan VSA untuk  sukses besar. Sejak saat itu telah diakui  bahwa VSA merupakan indikator utama yang sangat baik.
Perangkat lunak ini mengambil volume pasar, dan kemudian membandingkannya dengan sejumlah faktor lain, seperti setiap bar open  dan close, dan sejumlah tertentu tingkat volume sebelumnya. Kemudian menggabungkannya dengan kisaran benar rata-rata harga pasar untuk datang dengan salah satu dari hanya Volume Harga indikator Analisis dunia disebut indikator Volume Hawkeye.
Inti  perangkat lunak Hawkeye adalah algoritma yang kompleks yang mengeksekusi lebih dari 300 perhitungan per volume bar. Ini kemudian menampilkan langsung untuk Anda apakah volume buy  atau sell  yang mendominasi pasar. Dengan kata lain, tidak hanya memberitahu Anda volume, seperti dengan software trading lainnya, tapi benar-benar memberitahu Anda apakah volume buy  atau sell. Jika volume volume buy, bar berwarna hijau. Jika volume sell,  bar berwarna merah, dan ketika tidak ada bias pasar bar putih.

Hasil akhirnya adalah salah satu indikator prediksi volume yang paling akurat yang tersedia. Dengan memperhitungkan bar open  dan close  dan melihat volume bar sebelumnya dapat merasakan suasana pasar dan bila dikombinasikan dengan indikator lain Hawkeye, bertindak sebagai pemicu untuk masuk dan keluar ke dalam perdagangan, yang tentu saja, membuat Anda lebih santai dalam bekerja.

Tinggi atau rendah?
Volume adalah item yang paling berharga kedua dari data setelah harga itu sendiri. Volume besar menandakan bahwa ada sejumlah besar pelaku pasar yang terlibat dalam aksi harga, termasuk lembaga keuangan, yang membawa omset tertinggi ke pasar. Jika lembaga keuangan melakukan trading, itu berarti mereka tertarik pada harga di tingkat tertentu dan mereka benar-benar mendorong harga naik atau turun (price up or down).
Volume rendah memberitahu kita bahwa ada sangat sedikit peserta dalam pasar, dan bahwa baik pembeli maupun penjual memiliki kepentingan yang signifikan dalam harga. Dalam skenario ini, tidak ada lembaga keuangan yang  terlibat, dan karena itu langkah dari pedagang individu akan lemah.

Volume dan Trend
Volume membantu kita untuk menentukan kesehatan tren. Uptrend itu  kuat dan sehat jika volume yang meningkat sebagai harga bergerak sesuai  tren, dan menurun ketika pasar bergerak ke counter trend. Ini disebut periode koreksi atau ‘pullback’.

Ketika harga naik dan volume menurun, ia memberitahu pedagang bahwa tren tidak mungkin untuk dilanjutkan. Harga mungkin masih mencoba untuk naik pada kecepatan yang lebih lambat, dan sekali penjual (banyak orang melakukan sell) mengambil kendali (yang ditunjukkan oleh peningkatan volume pada bar menurun), harga akan jatuh. Sebuah downtrend yang kuat dan sehat jika volume yang meningkat karena harga bergerak makin menurun  dan melemah ketika harga mulai re-trace (pull back) ke atas. Ketika pasar melemah dan volume menurun, downtrend tidak mungkin untuk dilanjutkan. Harga akan terus menurun, namun lebih lambat atau berhenti menurun (decrease) dan mulai naik.

Volume dan Reversal
Ketika volume melonjak pada tingkat harga tertentu, pedagang profesional tahu bahwa ini adalah sinyal yang jelas dari meningkatnya minat yang ditunjukkan oleh para pedagang pada tingkat harga. Jika ada minat yang signifikan, seperti yang diungkapkan oleh bar volume, itu berarti level tersebut  penting. Pengamatan sederhana tentang volume ini memungkinkan pedagang untuk mengidentifikasi level support dan resistance penting yang mungkin memainkan peran penting di masa depan.
Dimana Volume spike  yang ekstrim, lebih besar daripada historical spike, dan umumnya disebut volume klimaks, pedagang harus mencari petunjuk reversal dari harga itu sendiri. Single volume spikes alone dapat membuat  pasar-tiba berhenti. Ini volume spikes  yang ekstrim sering terjadi selama pengumuman fundamental ekonomi yang terjadi setiap hari. Berita dapat menyebabkan lonjakan volume untuk satu hari kemudian menghilang lagi. Reversal (pembalikan), bagaimanapun, terjadi tidak lebih dari satu hari tetapi melalui serangkaian hari (selama beberapa hari berturut-turut). Jika lebih tinggi dari rata-rata volume menetap di pasar untuk beberapa hari lonjakan volume yang besar, klimaks volume, menandakan sinyal titik pembalikan pasar (market reversal).

Volume dan Breakout
Volume dapat membantu untuk memvalidasi semua jenis breakout. Ketika pasar konsolidasi pada volume rendah, peningkatan volume dapat menandakan bahwa breakout merupakan akibat. Sebuah breakout terjadi saat volume breakout valid meningkat, sementara breakout dengan volume rendah lebih mungkin palsu. Mengapa? Hanya karena a lack of  volume sinyal a lack of interest  (minat) dari pasar dan pedagang.
Garis tren dan breakout lainnya divalidasi atau voided dengan cara yang persis sama. Sehingga Anda dapat melihat volume tanpa pertanyaan indikator yang paling penting dan kuat dari semua. Hal ini sangat akurat untuk memprediksi pergerakan  masa depan. Ketika Anda mulai untuk menggabungkan Analisis Volume Harga dalam hubungan dengan indikator volume, maka Anda memiliki alat perdagangan yang menakjubkan yang dapat Anda gunakan.

Masalah Volume FOREX
Sayangnya Volume forex tidak dapat diukur secara akurat seperti dalam ekuitas, di mana setiap saham yang diperdagangkan setara dengan satu di bar volume. Jadi menjual 200 saham berarti 200 di volume penjualan. Di saham jumlah saham yang diperdagangkan dikelola dan dilaporkan oleh bursa pusat, seperti New York Stock Exchange. Ada banyak bursa di seluruh dunia yang melacak setiap saham dibeli dan dijual, sehingga relatif mudah untuk mendapatkan ukuran yang tepat dari volume saham yang diperdagangkan dari menit ke  menit. Hal yang sama berlaku di pasar future.
Walaupun demikian, di pasar spot FOREX, tidak ada bursa terpusat. Jadi kita tidak bisa menghitung berapa banyak kontrak atau ukuran kontrak sesungguhnya yang diperdagangkan pada waktu tertentu. Oleh karena itu untuk menghitung volume dalam FOREX, yang dihitung adalah jumlah tick, atau perubahan harga, yang digunakan, dari mana volume berasal.
Satu titik mengukur 1 perubahan harga. Karena sebuah tick  bergerak naik dan turun volume meningkat. Ketika volume naik, itu sinyal aktivitas pasar dengan peserta aktif buy  dan sell mata uang. Jadi dari analisis ini kita bisa mendapatkan ukuran relatif volume menggunakan data tick; tapi bagaimana kita tahu apakah itu membeli atau volume penjualan?

Masalah Selesai
Di sinilah Hawkeye adalah unik. Menggunakan algoritma matematika yang rumit untuk membangun (dengan akurasi 80% +) apakah volume tick adalah volume buying atau selling. Jadi sekarang, untuk pertama kalinya, pedagang FOREX memiliki paling penting dari semua indikator yang tersedia untuk mereka, VOLUME. Kombinasi volume, VSA dan trend indikator di Hawkeye membuat alat perangkat lunak yang paling akurat yang tersedia untuk pedagang FOREX.

Ringkasan
Volume adalah bahan bakar yang menggerakkan pasar, higher atau lower. Jika tidak ada volume, maka pasar tidak mungkin bergerak jauh. Dibutuhkan usaha untuk pasar untuk bergerak, baik higher atau lower, dan jika tidak ada upaya atau volume, maka pasar akan bergerak ke konsolidasi sideways, dan hanya volume breakout yang meningkat secara signifikan. Ini adalah kekuatan Analisis Volume Spread, yang merupakan inti  metodologi Hawkeye.
Beberapa trader  terkenal  yang pernah hidup seperti Jesse Livermore, W D Gann, Richard Wykoff dan Richard Ney semua menggunakan teknik ini sebagai landasan filsafat perdagangan mereka sendiri. Mereka memahami kekuatan menggunakan volume dan pergerakan harga, dan itu memungkinkan mereka untuk berhasil, di mana begitu banyak pedagang telah gagal.
Akhirnya, dengan volume algoritma Hawkeye yang unik, kami akhirnya memiliki alat untuk benar-benar melihat ke dalam pasar, dan melakukan trading dengan keyakinan, mengetahui bahwa kami melakukan trading  DENGAN tren dan aliran uang, bukan melawannya.
Volume memungkinkan kita untuk melihat, dan lebih dari itu memonito  melalui kabut laut, berharap untuk menghindari kecelakaan, indikator volume yang Hawkeye memberi kita sistem radar yang unik  untuk lebih aman menavigasi di pasar forex.
Volume  adalah indikator utama, yang meningkat secara eksponensial keberhasilan kita dalam trading forex, kepercayaan diri, dan analisis risiko pada setiap perdagangan. Tanpa itu, perdagangan adalah lotere. Dengan itu, Anda berpotensi memiliki kupon pemenang.
Sama seperti dengan setiap indikator lainnya, alat Volume bekerja di semua frame waktu dari waktu intraday dan berbasis  tick  grafik untuk strategi scalping, untuk trader  jangka panjang secara harian dan mingguan.


Indikator Volume Hawkeye bekerja di semua pasar dan dapat digunakan dalam semua time frame
@@@

Salam Trading
Deo Gratia

Selasa, 21 Juni 2016

APA ITU SCALPING DALAM TRADING FOREX?


Pengantar:

Forex Scalping adalah metode perdagangan dimana pedagang mengambil posisi order membeli (Buy) atau menjual (sell) pada  pasangan mata uang di pasar FX. Gagasan utama di balik scalping adalah bahwa perdagangan biasanya tidak bertahan dalam waktu  lama. Trading  biasanya akan diadakan terbuka selama beberapa detik, mungkin satu jam sebelum ditutup apakah  untung atau rugi (profit atau loss).

Selasa, 14 Juni 2016

Trading Forex Secara Manual atau Robot (EA) ?


Trading forex semakin hari semakin mudah. Dengan adanya perkembangan internet di mana makin banyak orang menggunakan internet, informasi tentang forex juga makin dikenal dan diminati. Trading forex semakin diminati karena menawarkan pleuang kebebasan yang sangat besar bagi seseorang untuk berekspresi, dalam hal ini dalam menuangkan otak pikirannya untuk menggunakan berbagai strategi dalam memenangkan pasar forex. Trading forex dapat dilakukan secara manual di mana orang dapat melakukakan open order dengan melakukan beberapa kali klik untuk mengirimkan pesannya ke pasar forex. Sementara itu juga trading dapat dilakukan secara otomatis oleh robot atau expert advisor.  Artinya kita dapat mengandalkan robot untuk melakukan trading forex. Dengan memasang software EA tersebut, trading dijamin dapat dilakukan secara otomatis sehingga cocok bagi trader yang tidak punya banyak waktu untuk mengamati pergerakan harga pada pasar forex atau harus keluar masuk pasar forex.